Asuransi Jalan

Alkhamdulillah….
Dalam perjalanan mudik yang lalu, saya amat terkejut (terkejut yang menyenangkan)…
Pasalnya, hampir sepanjang jalan di lintas selatan, dari rumah hingga tujuan, bisa dibilang, semuanya ter-hotmix. Karenanya, kendaraan tua yang saya gunakan dapat melaju dengan nyaman dan aman. Selain itu, BBM (premium) yang diperlukan juga menjadi efektif (sekali jalan, 150 ribu), kampas rem tidak bekerja berat karena kombinasi nya dengan kopling dapat diselaraskan. Intinya,… mudik yang lalu benar2 beda.
Karena kenyamanan dan keamanan tadi, terbersitlah ingatan tentang KOTAK WANG ATM….. loh, apa hubungannya nih….

SST di Jalan

Subkhanallah….
Dalam perjalanan, aku harus melintas beberapa kali “trafic light”. Di perempatan, yang kbetulan tidak dijaga petugas, lampu “bangjo” berfungsi, knapa ada kmacetan? tunggu punya tunggu,… ada pengguna jalan yang “disiplin” terhadap rambu. Bagaimanapun kondisi jalanan, kalo merah berenti kalo ijo jalan dan bila kuning siap-siap. Pengguna jalan lain, menggunakan moto kuning terus (kali tak ada petugas), jadi ktika lawan arahnya ijo (jalan) dia dengan pelan (hati2 juga kali) tetap jalan, dengan memberi prioritas ijo-jalan.
Dalam kondisi jalan yang relatif tidak padat dengan kendaraan, saya engga tau dia tetap akan begitu ato “patuh” pada “bangjo”.
Karena padatnya kendaraan, (ada 20 mocil berjajar kebelakang), Kepatuhan bapak yang pertama diatas (kebanyakan, pengguna baru di jalan ini akan seperti itu), rupanya malah bikin macet.
Dengan “pemahaman SST (sama-sama-tau), pada waktu 2 lainnya, persimpangan jalan tadi tidak menyebabkan kemacetan….

Yang Penuh Semakin Sesak

Subkhanallah….
Ini sebagai lanjutan dari topik “pemerataan di jalan”. saya jadi penasaran, kenapa yang selalu lambat tetap bisa memenuhi sotoran harian.
Memang, perhatianku tentang hal ini dikarenakan aku harus menggunakan jasa angkot, sehingga sambil menyelam kucoba mengenali suasana di per-jalan-nan.
Di panggung per-lagu-an ada lirik dengan syairnya “yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin”. Sebagai jargon, isunya memang cukup mengena. Dibalik isu tersebut sebenarnya ada satu proses yang engga diungkap, seperti halnya judul topik treath ini, Kenapa yang penuh semakin sesak. nha, karena yang membuat “sesak” adalah penumpang, mari kita liat dari kacamata pengguna jasa angkot. Untuk penumpang yang megejar jadwal/ agenda, tentu waktu sebagai fokusnya. Penumpang golongan ini yang meramaikan jasa layanan angkot, ya anak sekolah, pegawai, pedagang. nha lagi…. bila udah rada penuh tu angkot so dia jarang ‘ngetem’ maka…
salam

Pemerataan Pendapatan

Subkhanallah…
Beberapa minggu terakhir ini, dalam perjalan menggunakan angkot, saya sempat merasakan, kanapa pada suatu hari aku dapat segera sampai di tujuan dan dihari lain ada keterlambatan yang cukup signifikan. Perlu dicatat, waktu perjalan diatas adalah waktu dimana jalanan masih lengang, jadi benar- benar hanya bergantung pada angkot semata.
Angkot memang selalu dikejar dengan setoran, dan ini sering menjadi tolok ukur pembenaran ketika “membawanya” agak tidak lazim, seperti belok mendadak, berhenti rada tiba-tiba. Itu adalah “perjuangan” supir dalam berlari mengejar setoran…..
Ada tiga (3) karakter  jalannya angkot.

  1. Kencang terus.
  2. Selalu lambat
  3. Kombinasi dari kedua diatas.

Dari ketiga karater tersebut, anehnya setoran tetap dapat terpenuhi. Nha, bagaimana itu terjadi? Mungkin untuk yang No. 1 dan 3, akal kita bisa dengan cepat menerima panalarannya….. sedang no.2, mungkin ini adalah suatu rahasia bahwa ADA yang mengatur PEMERATAAN pendapatan di jalanan.

Lapangan Kerja Di Jalan

Ini lanjutan dari point jalan berlobang…. kita liat bersama, bahwa di tiap tikungan jalan bisa dipastikan ada penjual jasa parkir… pengguna jalan dengan se-ridhlo-nya akan memberi berapa. Ada peluang lain yang mirip seperti itu. memang diperlukan “rule” untuk ini. yaitu, bila ada “lobang” di jalan, maka “sediakan” kencleng, bila uang sudah “cukup”, lalu beli semen dan pasir secukupnya, kemudian “tambal jalan berlobang tadi”, nha sambil nunggu kering, “kencleng masih di buka” sembari mengatur lalulintas kendaraan. Kenapa ini perlu?…. coba renungkan kerugian yang ada ketika melewati “jalan ber lobang”.

Berpacu di Jalan

Sering kita lihat kendaraan dipacu di jalan umum. ada perbedaan cukup mendasar antara pacuan (balap kendaraan) di jalan umum dan di arena. Dari sisi strategi, diarena pacuan tidak menyertakan faktor kesulitan dari yang tidak ikut balapan. Penonton ada di tribune atawa diluar jalan pacu. Dari sisi medan, di arena balap jarang ditemukan aspal yang berlobang. Sudah jelas tidak ada kemacetan di arena balap (kalaupun toh ada acciden, petugas dengan sigap membereskannya). Dari sisi kendaraan, sudah tentu kendaraan yang digunakan di arena balap jauh lebih terawat dari kendaraan yang dipakai dijalanan. Nha, dari sisi maksud dan tujuan, di arena balap sudah tentu jadi juara dan dapat hadiah. Di jalanan? ….

  1. Mengejar jadwal / Agenda
  2. Penyelamatan dan Pengantaran Jiwa
  3. Ekspresi diri/ego

Jalan Berlubang

Kita lanjutkan tentang jalan yang berlobang. Bulan ini, masih ada hujan, meski tidak selebat dan sebesar hujan Bulan Desember. Alkhamd, jalan yang sering aku gunakan, telah di’rawat’ ama pemda, yang bertepatan dengan akhir tahun. Juga, ini adalah bentuk layanan dari pemerintah menyongsong tahun baru, yang dipastikan, jalanan akan ramai dengan pengguna jalan, baik yang ‘jalan’ atawa berkendara.Fenomena jalan berlobang, dapat dilihat dari beberapa cara pandang:

  1. Takdir. (Sekuat dan sebagus apapun, tetap akan lapuk dengan berjalannya waktu. dengan lain kata, tahan lama atau cepat berlubang).
  2. Roda Perekonomian. (membantu perputaran sukucadang kendaraan terkait dengan ‘roda’, al. spt.  terot, per, lakher, body; juga kelangsungan usaha service).
  3. Peringatan. (memberi shock-terapi pada pengguna jalan untuk berhati-hati. Pejalan kaki agar tidak ‘keceprotan’ oleh genangan air di lobang jalan; yang berkendara agar menjaga keseimbangan kendaraan sewaktu melewatinya atau meyegarkan yang sdang ngantuk ).
  4. Mengasah kepekaan sosial.
  5. Penambahan Lapangan Kerja.

Aspal Jalan

Subkhanallah…

meski bulan ini musim penghujan, dikesempatan melewati ‘jalan beraspal tebal’ dan sewaktu mentari bersinar dengan teriknya, maka aspal di jalan sempat menjadi “gembur” dan apa yang terjadi?… dia (aspal) mampu ‘mengikat’ mur-baut, paku dan apa saja yang di atasnya sehingga dia berpartisipasi dalam menjaga ‘keselamatan’ pengguna jalan yang menggunakan sarana ‘ban_karet’ dari kebocoran ban akibat benda di atas aspal …

jalan…

jalan adalah ’sarana’ menuju tujuan. ktika di daerah terpencil, jalan ’setapak’ akan dengan suka rela di’bikin’ oleh pengguna jalan, tanpa ia sadari bahwa dia telah ber’jasa’ dalam ‘membuat’ jalan. Ketika memasuki suatu per’kampungan’.. sudah ada budaya “kerja bakti” atau sistem iuran untuk membuat jalan.. ketika sudah level kecamatan, kabupaten, propinsi..maka ‘pembuatan jalan sudah harus memenuhi norma/ aturan bersama yang telah disepakti seperti : pembebasan lahan, siapa yang akan ‘ngeborong’ dlsb… nha.. bagaimana dengan kondisi jalan bila ‘berlobang’?…ok ntar disambung lagih..

macetnya lalin…

jalan adalah sarana mencapai tujuan… begitu banyaknya tujuan orang dipagi dan sore hari sehingga jalanan penuh dengan pengguna. baik pejalan kaki, speda, becak, motor roda 2 dan 4 bahkan kadang kendaraan roda lebih dari 4. ketika di “jalan lurus”, terlihat ‘toleransi’ pengguna jalan cukup kuat, masing2 ‘mengendalikan kendaraan-nya’ mengikuti irama jalan. indahnya lagi, bila ada yang ‘lupa’ yakni belok mendadak namun tidak begitu ‘tajam’, atau tidak ‘memotong’ jalan, maka dibelakangnya seperti kelokan ular (meski kadang ada umpatan)… nha bila ada ‘persimpangan’… disini yang di ‘jalan kita’, toleransi masih perlu di tingkatkan. bila, pengguna nya masih ‘belajar mengukur jalan’ maksudnya mengira-ira posisi kendaraannya dengan ‘keadaan sekeliling jalan’ , sepertinya dipersimpangan tidak akan macet karena pasti ‘toleransinya cukup besar’ pada pengguna jalan lainnya, seperti antara lain:” di ‘areal’ persimpangan pasti di’bebaskan’ dari kendaraan sehingga antriian dapat berjalan dengan lancar……

Next Page »